Kedalaman
ilmunya memang sudah tidak terbantahkan. Ilmu Hadits dan Sirah
(sejarah) adalah dua ilmu yang sangat dikuasai olehnya. Dari tangannya
lahir sejumlah karya brilian yang banyak diajarkan, dikutip oleh para
dai, khatib, dan diteliti oleh para ahli, mulai santri hingga mahasiswa.
Karya-karya Abuya yang ditinggalkan sebagai warisan intelektual untuk
umat sangat banyak, antara lain Mafâhîm Yajibu an Tushahhah, Abwâbul
Faraj, Al Manhalul Latîf, Khasâisul Ummatil Muhammadiyah, Al Qawâid Al
Asasiyyah fi Ulûmil Qur`ân, Wahuwa fil Ufuqil A`lâ, Târîkhul Hawâdits an
Nabawiyyah, Syarhu Mandzûmatil Waraqât, Qul Hâdzihi Sabilî.
Abuya mendapat perhatian yang besar dari umat Islam karena kejeliannya menangkap beberapa keutamaan-keutamaan umat Nabi Muhamad dibanding umat-umat terdahulu. Usahanya menguak kemuliaan orang-orang yang berpuasa dari umat Muhammad terlihat nyata dalam pembahasan pada salah satu kitabnya yang terkenal, Khasâisul Ummatil Muhammadiyah. Beliau mencoba membuat ringkasan rapi tentang puasa bertitik tolak dari al-Qur’an dan As Sunnah.
Abuya mendapat perhatian yang besar dari umat Islam karena kejeliannya menangkap beberapa keutamaan-keutamaan umat Nabi Muhamad dibanding umat-umat terdahulu. Usahanya menguak kemuliaan orang-orang yang berpuasa dari umat Muhammad terlihat nyata dalam pembahasan pada salah satu kitabnya yang terkenal, Khasâisul Ummatil Muhammadiyah. Beliau mencoba membuat ringkasan rapi tentang puasa bertitik tolak dari al-Qur’an dan As Sunnah.